, ,
oleh -488 Dilihat

Peluncuran Gerakan Warteg atau Wujudkan Kolaborasi CSR dan TKPKD Entaskan Garis Kemiskinan pada Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah atau TKPKD Kabupaten Tegal di Gedung Dadali, Rabu (1/10/2025)

Warung Tegal kini menjadi simbol gerakan ekonomi rakyat di Kabupaten Tegal.

Pemerintah Kabupaten Tegal meluncurkan program Gerakan Warteg
sebagai langkah baru untuk memperkuat ekonomi rakyat.
Selain itu, program ini ditujukan untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

Gerakan Ekonomi dari Rakyat untuk Rakyat

Bupati Tegal, Umi Azizah, menegaskan bahwa Gerakan Warteg merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan cara ini, warga tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga penggerak ekonomi di lingkungannya.

Ia menambahkan, program ini melibatkan pemilik warung makan, pedagang kecil, dan pelaku UMKM.
Mereka akan menjadi bagian penting dalam pendistribusian bantuan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga sekitar.

“Kami ingin warung menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, bantuan sosial dapat tersalurkan lebih efektif,” kata Umi saat peluncuran di Slawi.

Sinergi dengan Program Nasional

Program ini berjalan beriringan dengan kebijakan nasional dari
Kementerian Sosial
dan Badan Pangan Nasional.
Dengan kolaborasi tersebut, data penerima manfaat bisa dikelola lebih akurat.

Kemudian, Pemkab Tegal menargetkan pembentukan 1.000 Warteg binaan di seluruh kecamatan.
Tiap Warteg berfungsi membantu distribusi bahan pangan dan kebutuhan pokok.
Sementara itu, pemerintah juga menyediakan pelatihan manajemen dan literasi keuangan digital.

Dampak Sosial dan Harapan

Kepala Dinas Sosial, Sri Wahyuni, menyebut Gerakan Warteg sebagai inovasi yang membawa dampak sosial nyata.
Ia menilai, program ini bisa mengurangi ketergantungan terhadap bantuan tunai sekaligus meningkatkan kemandirian warga.

“Gerakan ini bukan sekadar bantuan. Namun, kami ingin masyarakat berdaya dan mandiri,” ujar Sri.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk berinovasi dan mengelola warungnya secara lebih profesional.

Para ekonom lokal melihat pendekatan ini mampu memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Selain itu, perputaran uang di tingkat lokal akan meningkat,
sehingga secara bertahap menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Tegal.

Langkah Lanjutan Pemkab Tegal

Pemerintah daerah berencana memperluas program ini ke sektor pendidikan dan kesehatan.
Misalnya, melalui “Warteg Peduli Gizi” untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Kemudian, “Warteg Literasi” akan menyediakan pojok baca di setiap warung binaan.

Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi aktif warga, Pemkab Tegal yakin Gerakan Warteg akan menjadi model nasional.
Meskipun begitu, mereka tetap menyiapkan sistem evaluasi agar program berjalan efektif dan transparan.

Dengan demikian, Gerakan Warteg bukan hanya tentang bantuan sosial,
melainkan juga langkah menuju kemandirian ekonomi dan solidaritas antarwarga di Kabupaten Tegal.

Kategori: Ekonomi, Pemerintahan, Sosial

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.